Pelatihan Las Pandansari Dan Kepedulian SMK Manusa
2018-12-28 10:12:38

Pelatihan Las Pandansari dan Kepedulian SMK Manusa

Barangkali salah satu wujud peran SMK seperti yang digadang oleh Presiden Jokowi untuk ikut bertranformasi menjadi pionir pemberdayaan masyarakat desa serta bisa mengadopsi kearifan lokal  yang  sangat strategis sudah dilakukan sekolah ini.

Dalam 10 langkah revilatisasi  SMK disebutkan SMK sebagai penggerak ekonomi lokal , seperti yang tercantum dalam buku Revitalisasi SMK .Sehingga sinkronisasi , konsistensi Revitalisasi SMK dalam program kemendes mememerlukan  kekreativitasan. Bagaimana  agar peran  SMK seperti yang  diinginkan  presiden bisa terlaksana? Ini sebuah PR besar.

Kita berharap  agar implementasinya di lapangan  program pemberdayaan masyarakat desa yang dikelola oleh kemendes bisa   lebih mengakomodir peluang peran SMK dalam pembangunan masyarakat di pedesaan .

Sejalan dengan arah kebijakan presiden, SMK di daerah sangat berpeluang untuk ikut serta berpartisipasi membangun desa sesuai arah  semangat  kebijakan  presiden tentang peran SMK di masyarakat.  Dengan program yang disebut asistensi desa. Program ini merupakan  sinergi antara SMK dengan  pemerintah kecamatan  serta desa sekitar. Perintisan  program ini merupakan  keterpanggilan SMK  dalam ikut serta membangun desa dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat lingkungannya.

Seiring  majunya pola pikir masyarakat,sekolah eklusif  laksana menara gading akan semakin dilupakan  masyarakat. Karena masyarakat  sedang menuntut  peran yang nyata  bagi kemajuan daerahnya, agar sekolah  bersikap inklusif menjadi menara air.Konsep ini ,telah menginspirasi  banyak perubahan yang dinamis.Diantaranya menjadikan sekolah sebagai sumber ilmu bagi pencerdasan masyarakat sekitarnya.Banyak segi positif yang diperoleh dengan era baru ini.

Selain meningkatkan profesionalisme , mutu output pendidikan.Secara ekplisit telah menciptakan kultur baru berupa peran serta dan kepedulian sekolah bagi lingkungan sekitar yang semakin terasa manfaatnya  bagi  masyarakat  berupa pencerdasan lingkungan sekitar.

Sementara itu peran SMK semakin dipertajam, menurut presiden  harus menjadi menjadi agen pembaharu di daerahnya. Kontek ini menjadi perwujudan revitalisasi yang dituangkan dalam sepuluh langkah revitalisasi SMK. Seperti yang termuat dalam buku revitalisasi SMK  terbitan Dikbud 2017. Dapat dirumuskan model revitalisasi sebagai pendukung terlaksananya sepuluh langkah revitalisasi SMK. Reorientasi revitalisasi SMK ini sangat penting dalam beberapa aspek, dengan tujuan agar sekolah menengah kejuruan yang dapat menyediakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor.

Diharapkan keberhasilan revitalisasi SMK ini juga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia serta dapat mengurangi permasalahan pengangguran usia produktif. Keterampilan yang dimiliki dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal menciptakan teknoterapan yang akan  menghasilkan nilai tambah yang dapat  mengurangi pengangguran bagi lulusan SMK  serta dapat meningkatkan kesejahteraan  rakyat sekitar. ( Revitalisasi SMK,2017).Poin ke sepuluh langkah revitalisasi tersebut adalah  Peran SMK Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal. 

Atas dasar tanggung jawab inilah SMK Ma'arif NU 1  Ajibarang ,mengawali peran sebagai penggerak ekonomi di lingkungannya dalam arti yang masih sederhana namun bisa menjadi stimulan yang mampu menciptakan multipliar efek bagai ekonomi kerakyatan secara riil. Langkahnya dengan menyelenggarakan pelatihan ketrampilan pelatihan Teknik Las  yang diikuti oleh pemuda desa Pandansari ,Kecamatan Ajibarang,yang berlangsung  tanggal 19 serta 21 s/d 24 November 2018.

Menurut Humas SMK Manusa Akhmad Subhki,S.Kom, pelatihan ini diikuti oleh 27  peserta dari  perwakilan RT . Sebagai target pelatihan ini ialah pembuatan  teralis  pengaman jendela kantor balai desa Pembukaan Pelatihan ini dihadiri oleh  pemerintah kecamatan Ajibarang  yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan kecamatan,yang dalam sambutannya mengajak agar kegiatan ini  terus berlanjut menjadi embrio BUM Des dan didukung  oleh pemdes stempat. Sementara sambutan dari perwakilan SMK yang dihadiri oleh  Humas sekolah  menyebutkan,agar kegiatan ini bukan menjadi kegiatan seremonial saja yang dibiayai oleh  dana desa namun lebih  menyentuh pada  kebutuhan masyarakat. Dengan mencapai sasaran sehingga bukan  money oriented namun target orientad. Berbagai kendala yang akan dihadapi sedini mungkin pihak desa bisa  terlibat ,misalnya dukungan pengadaan peralatan yang akan dirasakan oleh para peserta  ke depan untuk mempraktekkan hasil pelatihan  ini,agar  lebih  bermanfaat bagi  masyarakat  ke depan.

Dari penuturan ketua panitia ,Agus Suroso,S.E, S.Kom,M.T, pelatihan ini  mempraktekan 2 sistim pengelasan  yaitu Las Listrik dan Asetilen . sedang pencapain target pelatihan ini,mencapai  realisasi 100 persen dengan   selesainya terpasang  teralis sebanyak 20 pice. Sementara respon dari peserta  yang telah mengikuti  mengharapkan agar kegiatan seperti ini harus dilakukan  dengan frekuensi yang  lebih sering agar  lebih meningkatkan  efektifitas hasilnya.

Sedang harapan  dari pelaksanaan pelatihan  ini menurut  kepala SMK Ma'arif NU 1 Ajibarang  seperti yang diwakili oleh  Waka Humas  Akhmad Subhki,S.Kom, agar para peserta nantinya dapat mengaplikasikan ilmunya dan menjadi modal untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.

( Gung,ltbgypp )